Thursday, August 27, 2015

JENIS - JENIS BAHAN FASHION (1)

Saat ini gampang sekali menjadi pembeli dan penjual pakaian di Online Shop. Busana- busana yang membuat "lapar mata" bertebaran ... baik melalui media sosial: Facebook, Twitter, Instagram dan sebagainya,  bahkan BBM, LINE dan WA penuh  dengan promo-promo yang menggoda. Seringkali kita menjadi ragu untuk membelinya  karena takut gambar yang ditampilkan tidak sesuai dengan aslinya, atau jenis bahan yang tidak sesuai harapan. Agar tidak merasa tertipu dengan gambar-gambar fashion yang memanjakan mata,  berikut adalah arti nama dan jenis-jenis kain yang sering dipakai untuk membuat busana...

SIFON (CHIFFON):
Jenis kain ini banyak dibuat untuk busana muslim dan kerudung,  terbuat dari bahan dasar kapas, sutra dan serat sintetis.  Jenis bahan ini memiliki sifat tipis, ringan menerawang, licin dan terasa panas dibadan.
Jenis bahan ini akan tampak lebih elegant jika dipadukan dengan bahan lainnya.

HYCON:
Memiliki tekstur kain yang mirip dengan kain sifon, tetapi lebih lembut dan sedikit lebih tebal. Sehingga tidak perlu dilapisi kain furing yang terlalu tebal. Jika dipegang kain akan terasa dingin. Sehingga sangat nyaman digunakan. Biasanya akan lebih mudah untuk dibuat model-model unik. 

CERUTY
Jenis kain ini memiliki tekstur yang elastis, karena dalam bahan dasarnya kain ini mengandung bahan sutra yang lembut, memberikan kesan mewah dan elegan. Ciri yang tampak, sedikit lebih tebal, berserat dan sedikit berpori. 
TWISCONE
Kain twistcone hampir mirip dengan bahan sifon, namun lebih tebal. Sama halnya dengan sifon, twistcone tidak bersifat stretch (melar) dan tidak menyerap keringat,. Walaupun begitu bahan ini tidak mudah bau.

VISCOSE
Bahan Viscose merupakan bahan yang sering dipergunakan dalam pakaian-pakaian model busana pesta, casual wear, lingerie, underwear, sampai jaket sebab halus dan licin serta lentur. Bahan ini terbuat dari serat kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus). Ciri-ciri viscose adalah bahan terasa lembut dan dingin di kulit, Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengkilat, menyerap keringat. 

CREPE
Bahan ini memiliki sifat yang lentur dengan tekstur yang unik, karena permukaanya kelihatanya nampak kusut, kasar atau terlihat berkerut, namun jika dipegang teksturnya akan terasa lembut. Pada tahun 1911 dikarenakan proses yang cukup sulit, beberapa produsen garmen menjaga ketat rahasia pembuatan bahan ini, sehingga terciptalah berbagai jenis crepe berbeda.


Crepe de Chine:
Terbuat dari benang sutra dan menghasilkan tekstur yang sangat halus dan berwarna matte. Sesuai namanya, kain ini disebut-sebut asalanya adalah dari negeri china. . Proses pembuatannya adalah memutar benang worsted pada bagian weft dan benang sutra di bagian warp. Atau hanya menggunakan benang sutra pada weft dan warp. Bahan crepe merupakan bahan favorit para desainer dunia, karena bahan ini dapat menerima berbagai jenis jahitan dengan baik. 
Kebanyakan kain ini digunakan untuk gaun yang mewah, sebab bahan kainya yang mahal. Kelemahan kain jenis ini adalah cepat kusam jika berlama-lama dikenai sinar matahari dengan langsung.









Crepe Georgette:  sama dengan crepe lainnya tapi transparan sehingga terlihat seperti sifon. Nama Georgette sendiri diambil dari nama seorang dressmaker asal Prancis bernama Georgette de la Plant pada awal abad ke 20. Terbuat dari sutra yang asli maupun sutra buatan. Tidak mengkilap yang berlebihan namun memiliki daya kelentutran yang cukup baik maka itu sangat elastis. Ciri lainya, kain ini adalah terlihat tembus pandang atau transparan. Warna-warnanya tidak mencorong atau tajam tetapi malah berkesan pudar. Jika anda kesulitan untuk mengenali crepe georgette di pasaran, mungkin akan lebih mudah jika disebutkan kain chiffon atau kain sifon.


Crepe Marocain: memiliki tekstur yang berat dengan garis-garis tegas. Seiring dijadikan sebuah gaun atau suit. Bahan kain terbuat dari sutra, rayon serta wool. Proses pembuatanya dengan cara memutar benang pada bagian weft lebih berat. Karena itu menghasilkan jenis kain yang memiliki path atau bergelombang. Jenis kain ini banyak digunakan untuk Jas Pria juga dress wanita.



Wool Crepe memiliki tekstur yang kasar menyerupai kawat. Biasanya bahan ini dianyam dengan menggunakan kombinasi hand twist. Paling sering bahan ini digunakan pada lingerie sehingga membuat kesan yang sensual dan mewah.


CASHMERE
Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.




WOOL
Bahan ini identik dengan bahan yg cocok untuk musim dingin.  Bahan ini terbuat dari olahan bulu domba, sangat menyerap air akan tetapi berbahan tebal sehingga jika kena noda akan lebih sulit dibersihkan dan akan menyusut jika cara mencuci dan mengeringkannya tidak benar. Ada juga jenis Lightweight Wool. Untuk Lightweight Wool, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

BABY TERRY
Babyterry dulu dikenal dengan nama terry. Bahan ini lembut, lentur dan mampu menyerap air karena terbuat dari katun (serat kapas) dengan perbandingan 80% cotton dan 20% polyterry. Tekstur luar babyterry berupa rajutan ganda dan tekstur dalam berupa bulatan. Awalnya bahan ini digunakan untuk handuk, pakaian bayi dan pakaian anak-anak, karena lembut dan tidak menimbulkan iritasi. Sejak itu, bahan terry dikenal dengan nama babyterry.
Selanjutnya, bahan babyterry banyak digunakan untuk pakaian dewasa terutama jaket. Bahan ini disukai karena lembut, dingin dan ringan, terutama cocok untuk dipakai di daerah tropis di siang hari. Walaupun ringan dan tipis, bahan babyterry juga mampu menahan panas tubuh pada malam hari karena mempunyai bulu-bulu halus seperti halnya selimut yang terbuat dari katun.
Bahan babyterry secara ekonomi mempunyai harga yang relatif murah, sehingga bagi yang ingin terlihat modis, namun dana terbatas, lebih memilih jaket berbahan babyterry.

FLEECE
Hampir sama dengan bahan babyterry, bahan fleece juga lembut, berbulu halus dan hidrofobik (menyerap air). Bahan ini terbuat dari 80% cotton dan 20% wool atau imitasi wool yang terbuat dari polyester. Fleece biasanya lebih kasar, lebih kaku, lebih tebal, warna lebih cerah daripada bahan babyterry.
Bagi yang suka keluar atau berada di daerah pegunungan yang dingin, bahan fleece lebih disukai karena lebih mampu menahan panas tubuh dibanding babyterry. Namun jika di siang hari terutama di daerah perkotaan bahan ini bisa membuat gerah karena ketebalannya.




5 comments:

  1. Wah lengkap sekali keterangan mengenai bahan pakaiannya, sangat bermanfaat untuk saya yang menjual hijab syar'i karena beberapa bahannya sesuai dengan yang ada di tulisan ini. Terimakasih banyak :)

    ReplyDelete
  2. Kl jenis bahan crepe amunzen seperti apa ya definisi nya?

    ReplyDelete
  3. Jenis bahan crepe amunzen seperti apa ya definisi nya? Terimakasih

    ReplyDelete
  4. Sangat bermanfaat. Ijin share..

    ReplyDelete
  5. Bahan diamond brasso adakah yg tau bagaimana sifat bahan ini

    ReplyDelete